See PRO editionSee PRO edition
See other templatesSee other templates
  1. Pengertian dewan pastoral paroki

 

Dewan Pastoral Paroki adalah Suatu badan/wadah dimana para gembala dan wakil-wakil umat bersama-sama memikirkan, merencanakan, memutuskan dan melaksanakan serta mengevaluasi apa yang perlu dan bermanfaat untuk mewartakan Sabda Allah, mengembangkan rahmat Allah dan membimbing umat supaya dapat menghayati, mengungkapkan, merayakan dan mewujudkan imannya. (Bdk KHK 536, dan Pedoman DP KASRI).

 

  1. uraian tugas pengurus dewan pastoral paroki

 

  1. Ketua :
    1. Memberikan bimbingan atas dasar hukum gereja atau kebijakan gereja lokal (misalnya: Pedoman DP Kasri)) untuk segala rencana, maupun pelaksanaan kerja Dewan Pastoral Paroki.
    2. Bertanggung jawab atas seluruh reksa pastoral di paroki.
  2. Melakukan Pengawasan (monitoring) umum terhadap semua kegiatan Pastoral dalam paroki termasuk mengganti anggota DPP yang berhalangan atau tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
  3. Menghentikan, menunda dan atau membatalkan program kerja DP apabila ada pertimbangan khusus/moral bahwa suatu rencana/kerja harus ditunda atau dibatalkan.
  4. Bersama/ melalui Sekretaris mengundang Rapat dewan.
  5. Membuka dan menutup  setiap rapat Dewan Pastoral.
  6. Mengkomunikasikan Program Kerja serta rencana kegiatan aksidental atau kebijakan pastoral (yang sebelumnya belum tertuang dalam Program Kerja) kepada para konfrater di paroki.
  7. Bila berhalangan, memberi mandat kepada wakil ketua untuk menjalankan tugasnya.
  8. Memberikan laporan pertanggung jawaban seluruh kegiatan pastoral di paroki kepada Uskup Kasri melalui rapat Kevikepan.
  9. Wakil Ketua 1
  10. Mewakili Ketua apabila berhalangan dalam rapat dan dalam hal kegiatan Non Imamat.
  11. Bersama dengan Ketua dan sekretaris menandatangani keputusan yang telah disyahkan dalam dewan pleno termasuk progam kerja.
  12. Mengusahakan dengan maksimal agar program dewan yang telah disyahkan dapat terlaksana, kecuali ada alasan yang sangat urgen untuk menundanya.
  13. Mengkoordinir pelaksanaan program DP dengan memantau dan sejauh perlu terlibat dalam/melalui para coordinator bidang.
  14. Mengingatkan koordnator bidang ataupun seksi-seksi dan sub seksi apabila ada tanda-tanda atau gejala bahwa suatu program tidak terlaksana
  15. Menerima laporan kesulitan/kendala dari para ketua sub seksi/seksi/bidang, dan mencarikan jalan keluar dengan berkomunikasi dengan pengurus DP harian.
  16. Secara khusus memperhatikan Bidang Missio.
  17. Wakil Ketua 2
  18. Mewakili Ketua  apabila berhalangan dalam rapat dan dalam hal kegiatan Non Imamat
  19. Bersama dengan Ketua dan sekretaris menandatangani keputusan yang telah disyahkan dalam dewan pleno termasuk progam kerja
  20. Mengusahakan dengan maksimal agar program dewan yang telah disyahkan dapat terlaksana, kecuali ada alasan yang sangat urgen untuk menundanya.
  21. Mengkoordinir pelaksanaan program DP dengan memantau dan sejauh perlu terlibat dalam/melalui para coordinator bidang.
  22. Mengingatkan koordinator bidang ataupun seksi-seksi dan sub seksi apabila ada tanda-tanda atau gejala bahwa suatu program tidak terlaksana
  23. Menerima laporan kesulitan/kendala dari para ketua sub seksi/seksi/bidang, dan mencarikan jalan keluar dengan berkomunikasi dengan pengurus DP harian.
  24. Secara khusus memperhatikan bidang Familiaritas.
  25. Sekretaris 1 & 2
    1. Bertanggung jawab atas kesekretariatan.
    2. Bersama ketua, merencanakan dan mempersiapkan rapat termasuk mengurus undangan.
    3. Menuliskan hal-hal umum yang perlu dikomunikasikan bekerjasama dengan sie komsos.
    4. Bertanggungjawab atas dokumentasi hasil rapat: yang meliputi daftar hadir peserta dan notulen hasil rapat dan membacakannya dalam pertemuan berikutnya.
    5. Mempersiapkan hal-hal yang bersifat administratif.
    6. Menuliskan kronik paroki/gereja secara rutin untuk diserahkan ke Keuskupan dan DPP MSF Kalimantan.
  26. Bendahara 1
    1. Mengelola pemasukan dan pengeluaran keuangan Dewan Paroki, yaitu meliputi pemasukan rutin dan dari persembahan ataupun pemasukan dari sumber lain maupun pihak ketiga yang tidak mengikat.
    2. Membayar segala tagihan yang bersifat rutin.
    3. Atas persetujuan/permintaan Ketua /rapat dewan harian; membayar pengeluaran yang bersifat tidak rutin ataupun hal hal yang disepakati dalam rapat.
    4. Memberikan laporan setiap bulan tentang pemasukan dan pengeluaran DP kepada pastor paroki (Ketua) tahunan dalam rapat pleno dan juga keuskupan.
    5. Mencari terobosan-terobosan guna meningkatkan pemasukan DP dan mengefektifkan penggunaan dana yang ada.
    6. Menerima Laporan Keuangan Lingkungan,Stasi dan Seksi serta pengurus lainnya.
  27. Bendahara 2
    1. Membantu Bendahara 1.
    2. Menjalankan fungsi bendahara 1 bila bendahara 1 berhalangan.
    3. Mengembangkan Sosial Ekonomi paroki bekerjasama dengan sie Ekonomi.
    4. Bersama bendahara satu dan DPP Mencari terobosan-terobosan guna meningkatkan pemasukan DP dan mengefektifkan penggunaan dana yang ada.
  28. Koordinator Bidang
    1. Mengkoordinir pelaksanaan program seksi-seksi di bawah tanggung jawab bidangnya masing-masing.
    2. Menyemangati dan menggerakkan seksi-seksi yang menjadi tanggungjawabnya menjadi lebih giat dalam tugasnya.
    3. Membantu pelaksanaan kerja seksi bila dilihat perlu bantuan khusus.
    4. Mengambil alih dan mencarikan jalan keluar bila ketua seksi maupun anggotanya semuanya berhalangan untuk melanjutkan pelayanannya karena hal tertentu.
    5. Memberikan pertanggungjawaban kepada Rapat Dewan harian.
    6. Memanggil rapat seksi sewaktu-waktu dirasa perlu guna konsolidasi dan evaluasi.
  29. Ketua Seksi
    1. Bertanggungjawab atas terlaksananya program seksi dan sub seksi dibawahnya yang sudah disyahkan.
    2. Mengumpulkan, menghimpun atau mengorganisir orang / benda dalam rangka pelaksanaan programnya.
    3. Mengkomunikasikan pelaksanaan kerja seksi entah berhasil maupun tidak berhasil dan melaporkannya dalam rapat pleno.
    4. Mengajak, menggerakkan anggota seksinya agar pelaksanaan kerjanya berhasil.
    5. Mempertanggungjawabkan keuangan yang dipakai seksinya langsung kepada pengurus dewan harian cq. Bendahara 1 atau 2.
    6. Proaktif mencari akar persoalan dan jalan keluarnya bila program kerja seksinya tidak terlaksana.
  30. Ketua Lingkungan
    1. Membantu terlaksananya  program kerja seksi-seksi dalam hubungan-nya dengan umat di lingkungannya.
    2. Menggerakkan umat dilingkunganya berhubungan dengan: terkumpulnya semakin banyak iuran /sumbangan rutin dan iuran kematian agar semakin meningkat dan semakin banyak umat terlibat.
    3. Menjalankan fungsi ketua lingkungan berhubungan dengan:
      • kegiatan rutin di lingkungan.
      • tugas Lingkungan di gereja.
      • tugas pendataan umat lingkungan.
      • proaktif mengunjungi umat di Lingkungan.
      • mendaftar umat Lingkungan yang akan melaksanakan babtisan bayi, mau menjadi katekumen, mau menikah, menerima sakramen krisma dan sakramen lainnya dan melaporkannya ke secretariat paroki.
      • Membantu menangani/mengurus umat yang meninggal di lingkugannya dan melaporkannya ke secretariat paroki dan kerjasama dengan sie kematian.
      • Melaporkan kepada pastor paroki bila ada umat yang sakit keras.
      • Mewakili Lingkugan dalam DP Inti dan DP Pleno.
      • Menjadi perpanjangan tangan pengurus harian DP, Bidang-Bidang dan Seksi-seksi, agar hal-hal yang memang harus diketahui umat dapat disampaikan kepada umat di lingkungannya.
    4. Ketua Stasi/dan persiapan stasi
    5. Membantu terlaksananya program kerja seksi-seksi DP dalam hubungannya dengan umat di stasinya.
    6. Menjalankan tugas/fungsinya sebagai ketua stasi/ketua umat antara lain:
      • kegiatan rutin stasi: ibadat dsb.
      • tugas pendataan umat stasi.
      • proaktif mengunjungi umat di stasi.
      • mendaftar umat stasi yang akan melaksanakan babtisan bayi, mau menjadi katekumen, mau menikah, menerima sakramen krisma dan sakramen lainnya dan melaporkannya ke sekretariat paroki/ menyampaikan ke pastor saat kunjungan.
      • Membantu menangani/mengurus umat yang meninggal di stasinya sesuai dengan kondisi dan situasi, dan melaporkannya ke sekretariat paroki.
      • Mengunjungi dan melaporkan kepada pastor paroki bila ada umat yang sakit keras.
      • Menjadi perpanjangan tangan pengurus DP harian, Bidang-Bidang dan Seksi-seksi, agar hal-hal yang memang harus diketahui umat dapat disampaikan kepada umat di stasinya.
    7. Sekretariat Paroki
      1. Administrasi Paroki berhubungan dengan surat menyurat yang berhubungan dengan Hukum Gereja: mengisi buku babtis, buku krisma,buku perkawinan dan kematian. melayani pembuatan surat babtis terbaru untuk keperluan pernikahan/kaul/tahbisan imam dengan mengutip dari buku babtis yang ada.
      2. Menuliskan berita pernikahan dan mengirimkannya kepada paroki asal pasangan yang baru menikah.
      3. Menerima berita pernikahan dari paroki lain dan mencatatnya dalam buku babtis.
      4. Membaca/melayani permintaan paroki-paroki. Semua surat/menyurat ditanda tangani oleh pastor paroki/pastor yang ada.
      5. Menerima surat pendaftaran babtisan, krisma, perkawinan serta hasil pendataan umat lingkungan dan stasi.
      6. Memperbaharui dalam jangka waktu tertentu data umat lingkungan dan stasi-stasi atas masukan data dari pengurus lingkungan/stasi dalam koordinasi dengan sekretaris.
      7. Menghubungkan umat/orang yang berkepentingan dengan pihak yang terkait: pastor, pengurus dewan ataupun katekis.
    8. Prodiakon Paroki
      1. Membantu Imam dalam membagi Sakramen Maha Kudus.
      2. Bekerjasama dengan kelompok kategorial mengirim komuni untuk orang sakit/lansia.
      3. Memimpin ibadat-ibadat kematian atau ibadat lain bila pastor berhalangan hadir terutama di lingkungannya, atau di lingkungan lain bahkan stasi  sejauh diminta, dalam koordinasi dengan pastor.
      4. Kunjungan dan pelayanan ke stasi sesuai jadwal.
      5. Terlibat dalam tim doa dan fasilitator kegiatan pendalaman di paroki.
      6. Tugas tugas lain yang ditentukan bersama Pastor Paroki.

 

Login Form